Latar Belakang.
Menjadi seorang Administrator Networking tidak lah mudah.
Banyak hal yang harus diketahui sebelum menjadi seorang Administrator
Networking. Apa itu Administrator Networking .?, Bagaimana sih tugas-tugas
seorang Administrator Networking.?, tahapan menjadi seorang Administrator
Networking.? Semuanya akan dibahas satu persatu pada dalam tulisan ini.
Pembahasan.
Administrator Networking adalah sebuah profesi yang
memiliki tanggung jawab besar terhadap keseluruhan instalasi dan pengelolaan
jaringan komputer untuk bisnis atau organisasi. Seringkali, seorang
Administrator Networking menghadapi sebuah masalah dan memecahkan masalah
kemungkinan penyebabnya atau sekaligus menciptakan solusi bagi klien secara
efisien.
Tahapan menjadi seorang
Administrator Networking :
- Mendapatkan Keterampilan dan Pendidikan yang Dibutuhkan.Menjadi seorang Administrator Networking harus memiliki beberapa keterampilan dan kemampuan umum, tidak peduli di mana seorang Administrator Networking benar-benar mulai bekerja. Dalam hal ini seorang Administrator Networking harus memahami betul perangkat-perangkat apa yang harus dibutuhkan/digunakan dalam menjalankan tugasnya.
- Mendapatkan sertifikasi/sertifikat.Para pengusaha biasanya melihat sertifikat dengan sangat baik dan beberapa perusahaan menuntut seoarang Administrator Networking untuk memiliki beberapa sertifikat. Namun biasaya Cisco Certified Network Associate (CCNA), Microsoft Certified Systems Administrator (MCSA) dan Microsoft Certified IT Professional (MCITP) yang paling diburu oleh seorang Administrator Networking dengan mendapatkan salah satu sertifikat diatas seorang Administrator Networking biasaya mudah diterima pekerjaan diperusahaan ternama.
- Mencari tempat magang.Bagi seorang Administrator Networking magang adalah cara terbaik untuk mendapatkan pengalaman langsung dan meningkatkan keterampilan. Sebagian besar perguruan tinggi atau universitas akan menawarkan program magang.
Tugas
seorang Adminsitrator Networking :
- Menetapkan spesifikasi jaringan dan berunding dengan perusahaan/pengguna seperti apa jaringan yang ingin dibangun. Menganalisis alur kerja, akses, informasi, dan persyaratan keamanan. Merancang administrasi router dan termasuk konfigurasi antarmuka dan protokol routing.
- Menjaga stabilitas jaringan dengan melakukan pemantauan dan analisa jaringan.
- Mengamankan jaringan dengan mengembangkan akses jaringan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi.
- Meng-Upgrade jaringan dengan berunding dengan perusahaan/pengguna dan mengembangkan, menguji, mengevaluasi, dan menginstal perangkat tambahan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
- Melindungi dan menjaga kerahasiaan informasi perusahaan/pengguna.
Kesimpulan :
Semua aktivitas yang ada didalam sebuah jaringan
bergantung pada administrator jaringan yang menjaga agar segala sesuatunya
berjalan dengan lancar. Tugas seorang administrator jaringan sering berjalan
tanpa pujian yang signifikan karena orang melihat jaringan yang berfungsi
sebagai indikasi keadaan normal dan bukan sebagai serangkaian keberhasilan oleh
admin.
Meskipun demikian, tanpa administrator
jaringan yang berkinerja baik, operasi perusahaan dapat berisiko besar. Resiko
ini bisa datang dari sudut operasional atau keamanan. Administrator jaringan
adalah batuan dasar dari sisa layanan yang ada.
Daftar
Pustaka :

Komentar
Posting Komentar